Kau
tahu tidak, aku ini terbuat dari baja. Baja tidak berperasaan yang tidak akan
sakit dengan cacian ataupun pandangan menyedihkan itu.
Kau
tahu tidak, aku tidak punya hati. aku tidak mendendam dan mengumpulkan rasa
sakit untuk membenci orang lain.
Kau
tahu tidak, aku bisa menghilang. Aku bisa dengan tiba-tiba berada di tempat
yang jauh sekali di pikiranku meninggalkan keriuhan ragaku.
Kau
tahu tidak, aku bisa larut menjadi partikel kecil yang tak terlihat. Aku bisa
dengan tiba-tiba tidak ada di depan mata diabaikan begitu saja.
Kau
ahu tidak, aku memiliki duniaku sendiri yang isinya cuma aku, kamu dan
orang-orang yang membenciku. tapi kau tahu tidak, aku suka sekali ada di
dalamnya. Aku suka sekali mengembara di dunia itu. Di dunia dimana semua orang
membeciku, tapi hidupku selalu mudah karena ada dirimu.
Seperti
terus berputar dalam otakku, tak sejenak pun berhenti. Memaksaku larut dalam
khayalan-khayalan. Membuatku kehilangan kesigapan dari dunia nyata
disekelilingku. Aku larut di dalamnya. Semua yang perputar di sekelilingku itu
menjadi tidak nyata. Bagaimana itu terjadi? Aku akan terdiam sejenak, kembali
ke dunia nyata. Tersenyum dan menertawakan diri-sendiri lalu kembali ke dunia
liar itu lagi. Dunia nyata ini terkadang sungguh membosankan. Warnanya itu-itu
saja, putih, hitam, dan abu-abu. Padahal aku suka warna hijau, kuning, dan
merah. Seperti lampu lalu lintas. Lalu aku memutuskan kembali lagi ke dunia
itu, dimana hanya ada aku, kamu dan orang-orang yang membenciku.
Kau
tahu tidak, aku suka sekali bermimpi.
Sukoharjo
17 Desember 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar